Pada 2025, volume ekspor produk kayu lapis di Tiongkok akan mencapai rekor tertinggi dalam hampir 10 tahun terakhir, dan struktur produk akan terus dioptimalkan; pasar impor telah mengalami penyesuaian struktural, tetapi konsentrasi sumber impor terlalu tinggi, sehingga menimbulkan risiko pasokan tertentu. Perdagangan impor-ekspor kayu lapis Tiongkok sedang menghadapi peluang dan tantangan baru.
Volume ekspor kayu lapis menunjukkan tren naik secara keseluruhan dalam 10 tahun terakhir, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 2%.
Pada 2024, ekspor kayu lapis memasuki saluran pertumbuhan, dengan volume ekspor sebesar 13,1515 juta meter kubik, meningkat 22,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, volume ekspor akan mencapai rekor tertinggi dalam hampir 10 tahun terakhir, yaitu 13,5728 juta ton, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,2%.
Nilai ekspor produk kayu lapis menunjukkan tren fluktuasi yang serupa, dengan peningkatan volume ekspor tetapi penurunan nilai ekspor sebesar 1,9%, yang menunjukkan penurunan harga satuan ekspor, mencerminkan persaingan pasar atau tekanan biaya.
Karakteristik struktural produk kayu lapis ekspor Tiongkok sangat signifikan, menampilkan pola besar-kecil, di mana kayu lapis biasa mendorong skala ekspor keseluruhan.
Dalam dua tahun terakhir, volume ekspor tahunan kayu lapis biasa telah melampaui 10 juta meter kubik. Pada 2025, volume ekspornya akan mencapai 12,6847 juta meter kubik, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyumbang 93,46% dari total volume ekspor, dengan proporsi yang sedikit menurun.
Volume ekspor kayu lapis bambu tumbuh paling cepat, sedangkan pertumbuhan kayu partikel stabil. Meskipun kayu lapis biasa masih mendominasi, proporsi gabungan kayu partikel, kayu laminasi veneer, dan kayu lapis bambu meningkat dari 5,53% pada 2024 menjadi 6,54% pada 2025, sehingga strukturnya secara bertahap semakin teroptimalkan.
Fluktuasi harga satuan ekspor kayu lapis biasa dan kayu laminasi veneer relatif kecil, membentuk harga ekspor yang relatif stabil. Harga satuan ekspor kayu partikel dan kayu lapis bambu relatif tinggi, namun harga satuan ekspor tersebut akan turun signifikan pada 2025, yang berpotensi menekan margin laba. Kita perlu waspada terhadap risiko persaingan harga rendah.
Bicarakan kebutuhan Anda—baik untuk bangunan tinggi, komersial, maupun kayu buatan tangan—dengan insinyur struktural kami.
Perencanaan Material Strategis